Ada beberapa
cara agar seorang hamba selalu berhubungan dengan Allah Azza wa Jalla, dan jika
hamba meninggalkan jalan-jalan ini maka tidak tergolong hamba yang baik.
Artinya, kalau seorang wanita tidak selalu berhubungan dengan Allah, berbuat
dan beramal tidak untuk Allah, maka bukanlah termasuk wanita yang shalihah.
Beberapa jalan untuk menjalin hubungan dengan Allah Ta’ala adalah:
1.
Dzikrullah (mengingat Allah)
Syarat yang pertama untuk menjadi wanita
shalilah adalah dengan dzikir kepada Allah, yaitu mengagungkan Allah,
mensucikan-Nya, mengucap “Allah Allah”, membaca tasbih “Subhanaallah,
subhanaallah”, melakukan pujian kepada-Nya, dan apapun yan diperbuat tidak lain
hanya untuk beribadh kepada Allah. Dzikir kepad Allah dapat dilakukan dengan
lisan dan hati. Yaitu
a.
Dzikir
dengan lisan berarti menyebut nama-Nya berulang kali, menyebut sifat-sifat-Nya
berulang kali, atau puji-pujian kepda-Nya.
b.
Dzikir
kepada Allah dengan hati, yaitu mengahdirkan kebesaran dan keagungan-Nya di
dalam diri dan jiwanya sendiri, sehingga mendarah daging.
Secara umum manfaat dzikir adalah sebagai
berikut:
·
Memperlunak
hati manusia sehingga hati manusia dapat melihat kebenaran dan bersedia
mengikuti dan menerima kebenaran itu.
·
Membangkitkan
kesadaran bahwa Allah Maha Pengatur dan apa yang telah ditetapkan-Nya adalah
baik.
·
Meningkatkan
mutu yang telah dikerjakan, karena suatu aml perbuatan tidak dinilai oleh Allah
dari lahirnya saja, tetapi Allah menilai dari segi keikhlasan hamba-Nya dalam
beramal.
·
Memelihara
diri dari godaan setan, karena setan hanya dapat menggoda dan menipu manusia
yng lupa pada Allah.
Dalam Al-Qur’an tidak sedikit
ayat yang menyuruh untuk berdzikir kepada Allah, diantaranya adalah :
وَاْذكُرْرَبَّكَ
كَثِيْرًاوَّسَبِّحْ بِاْلعَثِىِّ وَاْلاِبْكَارِ
“
Dan ingatlah sebanyak-banyaknya kepada Tuhanmu dan ucapkan tasbih sore dan
pagi”. (QS. Ali Imran : 41)
وَاْذكُرْرَبَّكَ
فِىْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّحِيْفَةً
“Dan
ngatlah kepada Tuhanmu di dalam hatimu dengan merendahkan diri dan takut”. (QS.
Al-A’raf : 205)
2.
Mendekat Kepada Allah
Syarat yang kedua untuk menjadi wanita
shalihah adalah mendekat kepada allah Azza wa Jalla. Adapun yang dimaksud
dengan mendekat kepad Allah adalah bahwa seorang hamba tahu sepenuhnya bahwa
allah selalu melihatnya, dan apapun yang dilakukan selalu dalam pandangan dan
tilikan allah, bahakan apa saja yang terlintas dalam hati diketahuioleh Allah.
mendekat kepada Allah adalah suatu kewajiban bagi setiap hamba, baik laki-laki
maupun wanita. Allah Ta’ala berfirman:
وَاسْجُدْ
وَاقْتَرِبْ
“ Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada
Allah).” (QS. Al-Alaq: 19)
3.
Takut Kepada Allah
Syarat yang ketiga untuk menjadi
wanita shalihah adalah takut kepada Allah, karena takut kepada Allah adalah
salah satu dari sifat-sifat orang mukmin, dan dapat mendorong untuk
meningkatkan amal ibadah kepada-Nya. Bahkan dengan sifat takut kepada Allah itu
akhirnya timbul perasaan dalam jiwanya bahwa dirinya selalu diliputi oleh
pengawasan Allah dan tidak akan berani berbuat yang dapat menyebabkan kemurkaan
Allah takut kepada Allah Ta’ala adalah sikap mental yang mendorong orang
bersikap zuhud, sebab dengan timbulnya sifat ini manusia akan merasa bahwa
segala gerak-geriknya itu senantiasa dalam pandangan Allah. Allah Ta’ala
berfirman :
وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ
مُؤْمِنِيْنَ
“Dan
takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 75)
Dalam ayat lain disebutkan, bahwa
orang yang takut kepada Allah akan memperoleh surga, sebagaimana firmn-Nya:
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ
جَنَّتَانِ
“Dan bagi
orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” (QS.
Ar-Rahman: 46)
4.
Takut Kepada Siksa Allah
Syarat keempat untuk menjadi
wanita shalihah adalah takut terhadap siksa Allah jika hari kiamat telah
terjadi. Dengan takut kepada siksa Allah, maka seorang wanita akan selalu
tunduk kepada syariat-Nya, tidak berani mengerjakan larangan-larangan-Nya. Dan
takut kepada siksa adalah suatu ajaran yang diberikan kepada manusia,
sebagaimana firman-Nya:
قُلْ
اِنِّى اَخَا فُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
“Katakanlah, “Sesungguhnya aku
takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurkai Tuhanku.”
(QS. Al-An’am: 15)
- Al-Hanif, Abu Rifqi dkk. Tanpa Tahun. Analisis Ciri-ciri Wanita Shalihah. Surabaya: Terbit Terang.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar