Instagram

Rabu, 17 Februari 2016

Selalu Berhubungan dengan Allah Azza wa Jalla






Ada beberapa cara agar seorang hamba selalu berhubungan dengan Allah Azza wa Jalla, dan jika hamba meninggalkan jalan-jalan ini maka tidak tergolong hamba yang baik. Artinya, kalau seorang wanita tidak selalu berhubungan dengan Allah, berbuat dan beramal tidak untuk Allah, maka bukanlah termasuk wanita yang shalihah. Beberapa jalan untuk menjalin hubungan dengan Allah Ta’ala adalah:

1.     Dzikrullah (mengingat Allah)

Syarat yang pertama untuk menjadi wanita shalilah adalah dengan dzikir kepada Allah, yaitu mengagungkan Allah, mensucikan-Nya, mengucap “Allah Allah”, membaca tasbih “Subhanaallah, subhanaallah”, melakukan pujian kepada-Nya, dan apapun yan diperbuat tidak lain hanya untuk beribadh kepada Allah. Dzikir kepad Allah dapat dilakukan dengan lisan dan hati. Yaitu
a.       Dzikir dengan lisan berarti menyebut nama-Nya berulang kali, menyebut sifat-sifat-Nya berulang kali, atau puji-pujian kepda-Nya.
b.      Dzikir kepada Allah dengan hati, yaitu mengahdirkan kebesaran dan keagungan-Nya di dalam diri dan jiwanya sendiri, sehingga mendarah daging.

Secara umum manfaat dzikir adalah sebagai berikut:
·         Memperlunak hati manusia sehingga hati manusia dapat melihat kebenaran dan bersedia mengikuti dan menerima kebenaran itu.
·         Membangkitkan kesadaran bahwa Allah Maha Pengatur dan apa yang telah ditetapkan-Nya adalah baik.
·         Meningkatkan mutu yang telah dikerjakan, karena suatu aml perbuatan tidak dinilai oleh Allah dari lahirnya saja, tetapi Allah menilai dari segi keikhlasan hamba-Nya dalam beramal.
·         Memelihara diri dari godaan setan, karena setan hanya dapat menggoda dan menipu manusia yng lupa pada Allah.

Dalam Al-Qur’an tidak sedikit ayat yang menyuruh untuk berdzikir kepada Allah, diantaranya adalah :

وَاْذكُرْرَبَّكَ كَثِيْرًاوَّسَبِّحْ بِاْلعَثِىِّ وَاْلاِبْكَارِ
“ Dan ingatlah sebanyak-banyaknya kepada Tuhanmu dan ucapkan tasbih sore dan pagi”. (QS. Ali Imran : 41)

وَاْذكُرْرَبَّكَ فِىْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّحِيْفَةً
“Dan ngatlah kepada Tuhanmu di dalam hatimu dengan merendahkan diri dan takut”. (QS. Al-A’raf : 205)






2.     Mendekat Kepada Allah

Syarat yang kedua untuk menjadi wanita shalihah adalah mendekat kepada allah Azza wa Jalla. Adapun yang dimaksud dengan mendekat kepad Allah adalah bahwa seorang hamba tahu sepenuhnya bahwa allah selalu melihatnya, dan apapun yang dilakukan selalu dalam pandangan dan tilikan allah, bahakan apa saja yang terlintas dalam hati diketahuioleh Allah. mendekat kepada Allah adalah suatu kewajiban bagi setiap hamba, baik laki-laki maupun wanita. Allah Ta’ala berfirman:

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“ Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).” (QS. Al-Alaq: 19)

3.     Takut Kepada Allah

Syarat yang ketiga untuk menjadi wanita shalihah adalah takut kepada Allah, karena takut kepada Allah adalah salah satu dari sifat-sifat orang mukmin, dan dapat mendorong untuk meningkatkan amal ibadah kepada-Nya. Bahkan dengan sifat takut kepada Allah itu akhirnya timbul perasaan dalam jiwanya bahwa dirinya selalu diliputi oleh pengawasan Allah dan tidak akan berani berbuat yang dapat menyebabkan kemurkaan Allah takut kepada Allah Ta’ala adalah sikap mental yang mendorong orang bersikap zuhud, sebab dengan timbulnya sifat ini manusia akan merasa bahwa segala gerak-geriknya itu senantiasa dalam pandangan Allah. Allah Ta’ala berfirman :

وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ
“Dan takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 75)

Dalam ayat lain disebutkan, bahwa orang yang takut kepada Allah akan memperoleh surga, sebagaimana firmn-Nya:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” (QS. Ar-Rahman: 46)

4.     Takut Kepada Siksa Allah

Syarat keempat untuk menjadi wanita shalihah adalah takut terhadap siksa Allah jika hari kiamat telah terjadi. Dengan takut kepada siksa Allah, maka seorang wanita akan selalu tunduk kepada syariat-Nya, tidak berani mengerjakan larangan-larangan-Nya. Dan takut kepada siksa adalah suatu ajaran yang diberikan kepada manusia, sebagaimana firman-Nya:

قُلْ اِنِّى اَخَا فُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
“Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurkai Tuhanku.” (QS. Al-An’am: 15)

- Al-Hanif, Abu Rifqi dkk. Tanpa Tahun. Analisis Ciri-ciri Wanita Shalihah. Surabaya: Terbit  Terang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar